Loading Now

Langkah Menerapkan Standar RME di Klinik Daerah Terpencil

Aplikasi klinik – Perubahan ke arah digital di dunia kesehatan bukan lagi cuma pilihan saja, tapi sudah jadi kebutuhan yang sangat penting. Salah satu contohnya yaitu menggunakan Rekam Medis Elektronik atau yang biasa disebut RME yang sudah terstandar. Tapi, buat klinik-klinik atau puskesmas yang ada di daerah terpencil, biasanya mikir kalau pakai RME itu susah sekali. Alasannya banyak, mulai dari internet yang susah, orang-orangnya belum paham teknologi, sampai masalah teknis lainnya.

Sebenarnya kalau dipikir-pikir, kalau ada rencana yang bagus dan sistemnya juga oke, RME di daerah terpencil tetap bisa jalan dengan lancar. Hal ini pasti bakal bikin layanan kesehatan jadi jauh lebih baik buat masyarakat. Nah, di bawah ini ada beberapa langkah yang bisa kamu ikuti kalau mau mulai pakai RME di klinik.

1. Harus Paham Dulu Aturan dan Standar RME

Langkah yang paling awal yaitu kamu harus mengerti dulu apa saja aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Di Indonesia sendiri, Kemenkes sudah mewajibkan semua tempat layanan kesehatan untuk pindah ke sistem digital.

Ada beberapa poin yang penting kamu ketahui, misalnya bagaimana format datanya, cara menjaga rahasia pasien, dan bagaimana supaya sistemnya bisa nyambung ke sistem kesehatan nasional. Kalau kamu paham aturannya, klinik kamu tidak akan salah jalan dan pastinya aman dari masalah hukum.

2. Cek Dulu Keadaan Infrastruktur di Sana

Biasanya masalah paling besar di daerah terpencil itu adalah infrastruktur. Jadi, kamu harus cek dulu beberapa hal penting ini:

Listriknya stabil atau sering mati?

Ada sinyal internet tidak? (Kalau lemot, bisa pakai sistem cloud yang ringan).

Sudah ada komputer atau tablet belum?

Bagaimana keamanan jaringannya?

Kalau internet di tempat kamu memang susah, sebaiknya pilih RME yang fleksibel. Cari sistem yang tetap bisa kerja bagus walaupun sinyalnya naik turun.

3. Melatih Orang-orang yang Akan Pakai (SDM)

Teknologi secanggih apa pun tidak akan ada gunanya kalau orang yang pakai tidak bisa mengoperasikannya. Makanya, perawat, dokter, dan staf di klinik perlu dikasih pelatihan. Kamu bisa ajarkan mereka cara isi data pasien di komputer, beri tahu pentingnya jaga data pasien supaya tidak bocor, dan coba praktik pelan-pelan. Pelatihannya jangan langsung berat, tapi bertahap saja supaya pelayanan pasien tidak terganggu.

4. Bikin Aturan Kerja atau SOP Digital yang Jelas

Pindah dari buku manual ke sistem komputer itu butuh aturan main yang baru. Kamu harus bikin SOP yang jelas biar staf tidak bingung. Isinya bisa soal bagaimana alur daftar pasien, cara input diagnosa dokter, sampai bagaimana cara cadangkan (backup) data kalau ada masalah. Dengan adanya SOP, semua orang jadi punya pegangan dan risiko salah ketik atau salah input data jadi berkurang.

5. Pilih Sistem RME yang Gampang dan Tidak Ribet

Jangan asal pilih sistem RME. Untuk daerah terpencil, kamu butuh yang tidak perlu beli alat mahal-mahal. Kriteria yang bagus itu biasanya yang tampilannya gampang dimengerti, bisa dibuka dari mana saja, dan ada bantuan teknis kalau sistemnya lagi error. Sistem yang pas bakal bantu kamu fokus urus pasien tanpa perlu pusing mikirin masalah komputer terus-menerus.

6. Jangan Langsung Semua, Mulai Saja Dulu Bertahap

Kamu tidak perlu langsung mengubah semuanya dalam satu hari. Coba lakukan pelan-pelan. Misalnya, bulan pertama pakai RME untuk pendaftaran pasien dulu. Kalau sudah lancar, baru lanjut untuk catat riwayat penyakit, terus pindah ke bagian resep obat dan laporan administrasi. Cara ini bikin tim kamu tidak kaget dan lebih gampang buat membiasakan diri.

7. Selalu Cek dan Evaluasi Hasilnya

Kalau sistemnya sudah jalan, jangan didiamkan saja. Kamu harus cek secara rutin. Lihat apakah pelayanan jadi lebih cepat atau malah melambat? Datanya sudah benar belum? Tim medis senang tidak pakainya? Evaluasi ini penting supaya RME benar-benar bermanfaat buat klinik kamu, bukan malah jadi beban.

Manfaat Kalau Kamu Pakai RME di Klinik

Memang tantangannya banyak, tapi kalau sudah jalan, manfaatnya terasa sekali. Data pasien jadi lebih cepat dicari, tidak perlu takut berkas hilang karena dimakan rayap atau banjir, dan laporan ke dinas kesehatan jadi lebih gampang. Yang paling penting, pasien jadi merasa dilayani dengan lebih profesional.

Baca juga Peran Puskesmas dalam Menyediakan Layanan Kesehatan Masyarakat

Solusi Buat Kamu yang Ingin Memulai

Kalau kamu merasa bingung mau mulai dari mana, kamu bisa pakai KLIKMEDIS. Ini adalah solusi buat klinik yang ingin punya sistem RME tapi tidak mau ribet urusan IT sendiri. Di KLIKMEDIS, tidak ada batas minimal berlangganan dan kamu bahkan bisa minta fitur tambahan secara gratis sesuai kebutuhan klinik kamu.

Jadi, sekarang saatnya kamu bikin klinik di daerah jadi lebih modern. Kamu bisa pakai KLIKMEDIS supaya rekam medis jadi lebih aman, rapi, dan sesuai dengan standar yang diminta pemerintah.

Share this content:

Post Comment