Aplikasi RME – Dunia pelayanan kesehatan, akreditasi klinik itu bukan cuma soal urusan administrasi saja. Akreditasi ini jadi ukuran untuk melihat bagaimana mutu layanan, keamanan pasien, dan seberapa profesional tenaga kesehatan yang ada di sana. Untuk Anda yang punya praktik mandiri, pengelola klinik, atau laboratorium kesehatan, sangat penting untuk paham jadwal dan proses akreditasi supaya operasional tetap jalan sesuai aturan. Artikel ini akan kasih tahu info lengkap soal kapan akreditasi dilakukan, apa saja persiapannya, dan bagaimana supaya bisa dapat hasil paripurna.
Berapa Tahun Sekali Klinik Harus Ikut Akreditasi?
Kalau melihat aturan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, akreditasi untuk klinik dan fasilitas kesehatan tingkat pertama itu berlakunya selama lima tahun. Jadi, setiap klinik wajib untuk ikut proses akreditasi ulang atau reakreditasi sebelum sertifikat yang lama habis masa berlakunya.
Masa berlaku lima tahun ini tujuannya supaya standar pelayanan tetap terjaga dan makin bagus. Selama waktu itu, klinik diharapkan selalu melakukan evaluasi sendiri, memperbaiki cara kerja, dan menaikkan kualitas layanan sesuai aturan terbaru.
Kalau klinik Anda sampai telat atau tidak ikut reakreditasi tepat waktu, status akreditasinya bisa mati. Ini bahaya karena bisa mengganggu kerja sama dengan BPJS Kesehatan, bikin pasien kurang percaya, sampai masalah izin operasional. Makanya, cek terus kapan masa berlaku akreditasi klinik Anda habis.
Kenapa Akreditasi Itu Penting untuk Klinik?
Ada banyak manfaat kalau klinik ikut akreditasi. Pertama, ini adalah bukti kalau klinik Anda sudah memenuhi standar nasional. Hal ini mencakup soal manajemen, keamanan pasien, kemampuan dokter dan perawat, sampai cara catat dokumen yang benar.
Kedua, akreditasi bisa bikin masyarakat lebih percaya. Pasien pasti lebih memilih datang ke klinik yang sudah terakreditasi karena merasa lebih aman dan layanannya bagus. Kalau pasien sudah percaya, mereka pasti akan datang lagi ke tempat Anda.
Ketiga, akreditasi itu syarat kalau mau kerja sama dengan pihak luar, contohnya BPJS Kesehatan atau asuransi swasta. Klinik yang punya akreditasi punya peluang lebih besar untuk menambah pasien dan mengembangkan bisnisnya.
Langkah-Langkah Persiapan Akreditasi Klinik
Supaya hasilnya maksimal, Anda harus siapkan semuanya dengan terencana. Ini ada beberapa tahap penting yang harus diperhatikan:
1. Evaluasi Internal dan Cek Sendiri
Langkah pertama adalah cek semua bagian pelayanan. Anda perlu lihat lagi standar operasional prosedur (SOP), bagaimana alur pasien masuk, cara mencatat, dan aturan di dalam klinik. Cek sendiri ini penting untuk tahu apa yang kurang sebelum nanti dinilai oleh petugas resmi.
2. Buat Tim Akreditasi
Klinik harus punya tim khusus yang tugasnya menyiapkan akreditasi. Isinya bisa pimpinan klinik, dokter, bagian admin, dan manajemen. Kalau ada timnya, koordinasi jadi lebih gampang.
3. Rapikan Dokumen dan Administrasi
Dokumen itu hal yang paling dilihat saat penilaian. Mulai dari rekam medis, laporan harian, sampai catatan pelatihan karyawan harus rapi dan gampang dicari. Kalau dokumennya rapi, petugas penilai (surveyor) juga jadi mudah kerjanya.
4. Naikkkan Kemampuan Karyawan
Karyawan atau SDM adalah kunci suksesnya akreditasi. Anda harus pastikan semua staf paham soal standar pelayanan dan cara menjaga keselamatan pasien. Berikan pelatihan rutin supaya mereka selalu ingat aturannya.
5. Simulasi Penilaian
Sebelum hari penilaian yang asli, coba lakukan simulasi dulu. Ini gunanya untuk mengukur seberapa siap klinik Anda. Kalau perlu, Anda bisa pakai jasa pendamping supaya arah persiapannya lebih jelas.
Strategi Supaya Dapat Predikat Paripurna
Predikat paripurna itu adalah nilai paling tinggi di akreditasi. Supaya dapat nilai ini, Anda tidak bisa cuma kasih layanan standar saja, tapi harus menunjukkan kalau klinik selalu mau jadi lebih baik.
Anda harus terapkan budaya mutu di semua bagian. Staf harus sadar kalau keselamatan pasien adalah yang utama. Selain itu, pakai teknologi digital supaya kerja jadi lebih cepat dan data jadi lebih akurat. Monitoring juga harus dilakukan rutin, seperti cek kepuasan pasien secara berkala.
Baca juga Syarat, Cara Perpanjangan, dan Sanksi Hukum Jika Izin Operasional Klinik Kamu Habis
Gunakan Sistem Digital untuk Bantu Akreditasi
Sekarang sudah zaman digital, jadi pakai sistem elektronik itu sangat membantu suksesnya akreditasi. Pakai Rekam Medis Elektronik (RME) bisa bantu simpan data pasien dengan aman dan gampang dicari kapan saja.
Sistem digital juga memudahkan saat mau audit atau lapor hasil layanan. Karena datanya tersimpan secara otomatis, risiko dokumen hilang jadi lebih kecil. Ini akan memberikan nilai tambah saat penilaian akreditasi nanti.
KlikMedis, Solusi Digital untuk Akreditasi Klinik
Kalau Anda bingung soal digitalisasi untuk akreditasi, KLIKMEDIS bisa jadi solusinya. Ini adalah layanan RME yang bisa bikin Anda merasa punya tim IT sendiri di klinik. Keunggulan kalau pakai KLIKMEDIS adalah
Anda bisa minta fitur tambahan sesuai kebutuhan klinik secara gratis.
Tidak ada batas minimal kalau mau langganan.
Sistemnya cocok untuk praktik mandiri, klinik, atau laboratorium.
Dibantu penuh untuk mengelola Rekam Medis Elektronik.
Dengan sistem yang gampang dipakai ini, KLIKMEDIS bantu Anda siapkan dokumen dan naikkan mutu layanan supaya bisa dapat akreditasi paripurna. Ayo mulai pakai sistem digital untuk klinik Anda sekarang juga.


