Langkah Menyusun Standar Rekam Medis Elektronik di Klinik
Aplikasi RME – Sekarang ini, perubahan ke arah digital di layanan kesehatan bukan cuma buat gaya-gayaan saja, tapi sudah jadi kebutuhan yang penting. Salah satu bagian yang paling utama adalah penggunaan Rekam Medis Elektronik atau RME. Dengan pakai RME, klinik bisa bantu tingkatkan layanan jadi lebih bagus, kerja jadi lebih cepat, dan data pasien juga lebih aman. Tapi supaya hasilnya maksimal, klinik harus punya standar RME yang jelas dan tertata rapi.
Di artikel ini, kita akan bahas langkah-langkah penting buat bikin standar RME di klinik kamu. Tujuannya supaya sesuai aturan pemerintah, gampang dipakai sama perawat atau dokter, dan bisa bikin mutu layanan jadi naik.
1. Memahami Regulasi dan Kebijakan yang Berlaku
Langkah pertama yang paling awal dan tidak boleh kamu lewati adalah paham soal aturan rekam medis. Di negara kita Indonesia, urusan rekam medis ini sudah diatur sama Kementerian Kesehatan. Aturannya bahas soal rahasia data, cara simpan data, sampai apa saja hak dan kewajiban klinik.
Kamu harus susun standar RME ini pakai acuan aturan tersebut supaya klinik tidak kena masalah hukum nantinya. Kalau kamu patuh sama aturan, pasien juga bakal lebih percaya karena merasa klinik kamu profesional.
2. Menentukan Ruang Lingkup Rekam Medis Elektronik
Setiap klinik itu beda-beda, tergantung apa saja layanan yang ada di sana. Jadi, kamu harus tentukan dari awal apa saja yang mau dimasukkan ke RME. Biasanya isinya itu data diri pasien, hasil tanya jawab (anamnesis), pemeriksaan badan, diagnosa dokter, obat yang dikasih, sampai hasil lab.
Kalau ruang lingkupnya sudah jelas, nanti penerapan RME jadi lebih gampang. Klinik juga bisa pastikan kalau semua informasi yang penting sudah dicatat dengan lengkap dan tidak ada yang ketinggalan.
3. Menyusun Alur Kerja (Workflow) yang Efisien
Standar RME yang bagus itu harus cocok sama cara kerja harian orang-orang di klinik. Kamu perlu bikin alur kerja supaya proses catat-mencatat ini tidak bikin pelayanan ke pasien jadi lama. Justru harusnya bikin kerjaan jadi lebih cepat dan datanya pas.
Sebaiknya kamu ajak dokter, perawat, dan bagian admin buat diskusi pas bikin alur kerja ini. Karena mereka yang pakai sehari-hari, jadi sistem RME-nya bisa pas sama kebiasaan di lapangan dan mereka tidak malas buat pakainya.
4. Menetapkan Standar Keamanan dan Kerahasiaan Data
Data rekam medis itu rahasia sekali. Makanya, standar RME wajib punya aturan keamanan yang sangat ketat. Kamu harus atur siapa saja yang boleh buka data, pakai kata sandi yang kuat, ada catatan siapa saja yang akses (audit trail), dan harus ada cadangan data (backup).
Keamanan data ini gunanya buat lindungi pasien dan juga lindungi klinik kamu supaya tidak ada data yang bocor atau disalahgunakan orang lain. Semua orang yang pakai sistem RME harus paham dan jalankan aturan ini.
5. Menentukan Format dan Struktur Data yang Konsisten
Supaya RME bisa berguna maksimal, klinik perlu bikin format data yang sama semua. Contohnya, pakai istilah medis yang sudah baku, format nulis tanggal harus sama, dan pilihan penyakit atau diagnosa juga harus terstandar.
Kalau datanya rapi, nanti pas mau bikin laporan atau sambung ke sistem lain jadi lebih gampang. Selain itu, data yang tertata juga bantu dokter buat ambil keputusan pengobatan yang lebih tepat buat pasien.
6. Menyusun SOP dan Panduan Penggunaan
Standar RME harus ada temannya, yaitu Standar Operasional Prosedur (SOP) dan buku panduan. SOP ini isinya cara masukkan data, cara benerin kalau ada salah tulis, sampai apa yang harus dilakukan kalau sistemnya lagi error.
Adanya panduan ini bakal bantu petugas kesehatan di klinik kamu buat belajar lebih cepat pakai RME dan kurangi salah input. Kamu juga sebaiknya buat pelatihan rutin supaya semua tetap ingat cara pakainya dengan benar.
Baca juga Peraturan Terkini Soal Rekam Medis Elektronik di Indonesia yang Perlu Anda Tahu
7. Melakukan Evaluasi dan Pengembangan Berkelanjutan
Standar RME ini bukan kertas yang sekali jadi terus didiamkan saja. Klinik harus cek lagi secara rutin apakah standarnya masih cocok sama perkembangan teknologi atau aturan baru dari pemerintah.
Kamu harus dengarkan masukan dari orang-orang yang pakai sistem ini. Dengan evaluasi terus-menerus, RME di klinik kamu bakal tetap berguna dan bisa bantu terus tingkatkan kualitas layanan kesehatan.
Peran Teknologi dalam Mendukung Standar RME
Bikin standar RME memang butuh bantuan teknologi yang pintar dan bisa menyesuaikan sama kebutuhan klinik kamu. Sistem RME yang bagus itu yang bisa diatur sesuai alur kerja klinik, aman, dan tidak bikin bingung pas dipakai. Di sinilah kamu butuh penyedia layanan RME yang oke.
Saatnya Beralih ke Solusi RME yang Tepat
Kalau kamu lagi cari solusi Rekam Medis Elektronik buat bantu terapkan standar di atas, KlikMedis bisa jadi pilihan yang pas. KlikMedis itu layanan langganan RME yang rasanya seperti punya tim IT sendiri. Kamu bisa minta tambah fitur secara gratis sesuai kebutuhan klinik kamu, dan tidak ada batasan minimal buat langganan. Jadi cocok sekali buat praktik mandiri, klinik kecil, sampai laboratorium.
Pakai KlikMedis bukan cuma sekadar pakai aplikasi, tapi kamu dapat teman digital buat bantu majukan klinik di zaman sekarang.
Share this content:



Post Comment